Kebiasaan makan yang sudah menjadi tradisi secara mainstream di Indonesia adalah memperbanyak nasi. Seolah kalau tidak banyak nasi-nya, terasa tidak kenyang. Padahal zat gizi dalam nasi sebenarnya juga terkandung dalam lauk-pauk yang ikut dimakan, seperti karbohidrat dan gula. Apakah memperbanyak nasi adalah hal yang salah? Secara garis besar kebutuhan kalori, dipertimbangkan pada aktivitas kita dalam sehari. Namun karbo dan gula saja tidak cukup, perlunya peneyimbang dari gizi lain seperti serat, mineral, vitamin, protein, dll. Karena itu penting bagi kita untuk bisa menakar jumlah dan kebutuhan yang hendak kita makan. Secara sederhana, kita tidak boleh sampai “kenyang” saat makan, terutama hanya karena 1 unsur di dalamnya. Tetapi kita harus bisa merasakan cukup dengan memenuhi segala unsur gizi yang dibutuhkan.